Kelabu Berkelambu

Understanding the space between everything. Cinemafreak. Naturalist wannabe. Hail orientalism.
monchetalking:

August 29 was graduation day of SKR48. We’re officially named WSD48 then. Hehehe #graduation #skr48 #wsd48 #latepost #photoofme #university #universitasindonesia

monchetalking:

August 29 was graduation day of SKR48. We’re officially named WSD48 then. Hehehe #graduation #skr48 #wsd48 #latepost #photoofme #university #universitasindonesia

Between love and hate, there’s remembering. I choose neither of them, so I can forget.

Perkenalkan, kami 5M.Setiap nama kami diawali huruf M.Karena kata Bapak, jika ada yang bertanya,berapa harta yang kamu punya,maka Bapak akan menjawab: 5M!Bukan 5M yang 5 miliar, tapi 5M yang kami.Markas kami adalah Melati 30.Hobi kami adalah guyon dan foto-foto.Kami 5M!

Perkenalkan, kami 5M.
Setiap nama kami diawali huruf M.
Karena kata Bapak, jika ada yang bertanya,
berapa harta yang kamu punya,
maka Bapak akan menjawab: 5M!
Bukan 5M yang 5 miliar, tapi 5M yang kami.
Markas kami adalah Melati 30.
Hobi kami adalah guyon dan foto-foto.
Kami 5M!

WAKTU! Tolong sejenak berhenti!Aku belum siap dengan masa depan!Aku ingin seperti ini saja!Aku kesal bila mereka berubah lalu… hilang!

WAKTU! Tolong sejenak berhenti!
Aku belum siap dengan masa depan!
Aku ingin seperti ini saja!
Aku kesal bila mereka berubah lalu… hilang!

Sudah mengunduh album ini dua minggu yang lalu. Tapi baru dengar satu album penuh minggu ini. Di album ini terasa si Mbak Frau sudah berkembang pesat. Ornamen melodinya lebih kaya dan tema lagunya lebih beragam. Paling suka lagu “Tarian Sari”. Mbak Frau berhasil menginterpretasi gamelan jawa dengan piano saja. Liriknya tentang Mbok Sari yang sedang menari dengan selendang. Dan album art-nya itu lho. Nanem tanaman di boks biskuit Khong Guan. Hal yang endonesah banget tapi udah dilupain oleh sebagian besar orang endonesah. Wah, pas sekali hari ini 17 Agustusan. Dirgahayu endonesah!


They say depression and intelligence go hand in hand, well this is Einstein and his therapist. 

They say depression and intelligence go hand in hand, well this is Einstein and his therapist. 

(via mypersianqueen)

Satu bulan menuju wisuda. Dan hidup terasa seperti lomba maraton. Biasanya setelah menghabiskan enam bulan di perantauan, kepala dan jiwa minta pulang kampung. Minta direfresh, katanya. Tidak cukup hanya seminggu, satu bulan paling kurang. Caranya ya hahahaha bareng pasukan 5M, lenjeh-lenjeh tiduran sambil nonton bareng, makan-makan enak di rumah, dan jalan-jalan.

Tapi kali ini lain ceritanya. Berkat kerjaan di kantor, liburan kali ini hanya seminggu saja. Setelah itu tidak akan ketemu lagi sampe cuti bersama panjang berikutnya. Yaitu, natal. Itupun kalau kantor yang islami ini benar-benar akan memberi cuti natal. Dan komitmen kerja, meskipun tidak dikontrak, adalah satu sampai dua tahun; kemungkinan besar akan satu tahun saja.

Keputusan untuk memulai kerja setelah sidang ternyata termasuk lima besar keputusan paling buruk dalam sejarah seorang Mutiara, bersama dengan keputusan untuk pindah jurusan dan membiarkan diri mencintai seseorang. Bila tidak begini, seharusnya saat ini pasukan 5M sedang beraksi di Melati 30. Kepala dan jiwa terasa lebih ringan berkat haribaan Mamak. Dan kalau beruntung, dengar curhatan Bapak.

Benar-benar melelahkan. Hanya karena alasan mempersingkat waktu, menjadi mandiri dan mempersiapkan diri untuk S2 di luar negeri, hal-hal paling penting dalam hidup ditunda untuk waktu yang tidak singkat. Meskipun alasan tersebut tidak pantas disebut “hanya”.

Tapi selalu ada hikmah di balik udang. Kini jelas sudah, keluarga dan ketenangan adalah hal paling penting dalam hidup seorang Mutiara. Persetan S2 di luar negeri selama dua tahun, satu semester tidak pulang kampung saja sudah blenger. Sepertinya masih harus belajar menempa mental menjadi lebih kuat seperti senior yang sudah tidak pulang kampung lebih kurang selama enam tahun. Ya, enam tahun dengan janji bahwa ketika ia pulang kampung, ia sudah menjadi orang sukses.

Oh, atau mungkin keputusan yang salah ini adalah cara untuk melatih mental itu.

rozaana:

"Alireza Jahanbakhsh is one of the shooting stars of the Iranian system at just 20 years old"

Alisnya My God, alisnya….   <3

(via mypersianqueen)